Winner Winner Chicken Dinner

Winner Winner Chicken Dinner


Winner Winner Chicken Dinner

Posted: 24 Nov 2011 09:05 PM PST

Santapan $ 2,00 waktu dulu
Ini adalah tulisan "pemanasan" dalam rangka mempelajari celah angka dan mencari angka mati versi Suhu Togel Liong Apat. Seperti saya katakan harap bersabar karena pekerjaan begitu banyak dan sibuk. Jadi pasti dibahas step by step. Belum lagi harus menuliskan blog baru untuk kalangan pencinta program pencari uang dari Internet di luar fans togel. Jadi saya banyak kelompok fansnya. Semua yang saya bagikan pasti berbicara logika dan nalar dan tentunya ada hubungan dengan mencari uang. Harap disimak dengan baik dan didiskusikan kembali. Ada orang ditakdirkan sebagai pemicu awal dan tugas kita untuk mengembangkan dan menyempurnakannya lalu membagikannya kembali. Jadi bukan duduk diam terima saja, begitu prediksi atau rumus orang gagal lalu mencaci maki padahal diri sendiri tidak bisa menemukan apa-apa.

Winner....winner! Chicken dinner! 

Apakah Anda pernah mendengar kalimat tersebut sepanjang hidup Anda? Saya harapkan pernah. Kalau belum pernah minimal mendengarnya dari sini. Apa artinya "winner winner chicken dinner?"

Winner winner chicken dinner dalam bahasa kasarnya bisa diterjemahkan "menang...menang, makan ayam". Jadi kurang lebih ada hubungannya dengan kemenangan dan makan enak. Bukankah kalau orang makan ayam adalah makanan yang enak? Dulu waktu kecil bukan perkara mudah makan ayam. Bahkan daging ayam itu setahun baru makan dua kali yakni hari raya Imlek atau Idul Fitri. Imlek makan di rumah sedangkan Idul Fitri makan di rumah teman yang merayakannya. Ketupat paling enak dengan daging opor atau rendang. Di Bangka malah penduduk lebih banyak makan ikan. Ikan kepetek yang banyak tulangnya adalah ikan yang paling terkenal. Tetapi apa mau dikata keluarga hidup begitu sederhana baik dari warga Tionghoa maupun Melayu. Tetapi sekarang bahkan bosan makan ayam. 

Penyiar radio atau DJ-DJ di Amerika sering meneriaki kalimat ini jika kebetulan ada program undian dan dimenangkan oleh pendengar radio. Tetapi kalimat ini diperkenalkan pertama kali di meja judi Las Vegas puluhan tahun silam. Saat itu harga menu masakan ayam dengan beberapa potong kentang dan sayuran seharga $ 1,79. Sedangkan minimal bet waktu itu adalah $ 2,00. Dengan kata lain jika minimal bet kita 2 dollar sukses, maka kita langsung diteriaki "winner..winner..chicken dinner". Karena sudah bisa makan enak. Mungkin dalam beberapa istilah di meja judi waktu dulu sama dengan "conciak" yang artinya mencari uang makan. "Dapat uang makan tiap hari ya sudahlah... Jangan serakah! Bisa ludes!" Kurang lebih begitu.



Bagaimana sekarang? Apakah main togel bisa makan ayam? Makan ayam di pecel lele Lamongan cuma Rp 10.000. Di warteg juga sama. Di rumah makan Padang paling Rp 12.000. Di restoran terkenal paling Rp 50.000. Semua sudah plus nasi dan air putih. Apakah pemain togel bisa teriak, "Winner...winner chicken dinner!"?

Batam Rusuh!

Posted: 24 Nov 2011 07:12 AM PST

Buruh dan Pemkot Baku Hantam
Barusan teman mengirimkan kabar di Batam terjadi kerusuhan. Seperti biasa, otak saya sudah bisa memperkirakan kerusuhan seperti apa. Pasti soal buruh dan upah. Beberapa waktu lalu juga sudah pernah rusuh hanya saja lawan orang India (WNA) karena dianggap menghina buruh sampai membawa-bawa nama "Indonesia". Rusuh pun terjadi di pabrik, pabrik dibakar, mobil dihancurin, dst. Orang India balik ke Singapore dan Malaysia, tinggal kita menangis sedih tidak ada kerja, anak bini kelaparan, dsb. Jadi bukan ide bagus untuk berbuat rusuh. Negara kita kalah jauh dari negara lain dan pemerintah tidak bisa menjamin makanan gratis buat kita.

Lalu tadi rusuh karena tuntutan semacam UMR yakni Upah Minimum Kota sebesar Rp 1,76 juta untuk tahun 2012. Rusuhnya bukan di pabrik atau kota tetapi di kantor walikota. Jadi bisa dibilang rakyat lawan pemerintah kota Batam. Coba Anda semua fans-fans Suhu Togel Liong Apat mencerna hal ini. Sungguh miris dan tragis bukan? Makanya sekarang bermainlah togel dengan pintar dan lebih bijak. Uang susah dicari Bro & Sis! Jangan serakah! Impian boleh besar tetapi harus dipandu dengan nalar. Lihat saja orang berjuang mati-matian nekat melawan Satpol PP, polisi hanya demi hidup (perut, keluarga, anak) tak lebih dari Rp 1,76 juta yang kalau dibagi 20x hanya kurang lebih Rp 90.000. Coba Anda bayangkan? Mencari Rp 90.000 lewat togel dengan modal bermain seimbang, kira-kira mudah apa tidak? Jadi sangat prihatin dan miris sekali. Siapa yang bisa membantu jika begini?

Uang yang sudah didapatkan dari togel jangan difoya-foyakan. Ditabung dengan rutin, sebagian lagi dikembangkan untuk usaha lain yang prospek. Meski untungnya kecil tetapi semua pengusaha juga berangkat dari kecil. Seperti kata Konfusius, 
"Perjalanan 10.000 kilometer dimulai dari langkah pertama."
Belilah barang-barang yang kita butuhkan, bukan sekadar yang kita inginkan. Gunakanlah untuk hal-hal yang wajar dan produktif. Kita tidak tahu sampai kapan masa depan mencari untung dari togel ini bisa terus berlangsung. Teknik boleh bagus, rumus boleh mendekati paten, tetapi jika peluang tidak ada? Sama saja bohong kan? Semoga saja sampai akhir dari visi misi kita bersama yakni Rp 20 milyar per bulan tercapai di penutupan tahun 2012. Kita akan berjuang terus.

Untuk Bro-Bro (Kapten La Chaconk) yang sudah masuk Tim Kopassus UPS tak perlu merasa bersalah jika gagal. Masa sudah naik pangkat minta turun jabatan? Menghina Panglima dong? Di mana-mana pangkat sudah naik ya tetap bertahan Bro. Jadi mungkin susah naik perwira tinggi (PATI) sebelum sukses besar dengan rumus baru nanti. Santai saja Bro. Ini kan cuma pengumpulan dan pembagian rumus. Kalah gak ada yang mencaci maki kok, kecuali orang-orang gila dan kaki tangan bandar! Yang mencaci maki juga belum tentu main togel atau punya rumus paten. Kalau dia punya rumus paten tidak mungkin lagi dia mengikuti blog ini. Percayalah! Itu orang-orang yang mencari sensasi dan hidup menertawakan kegagalan orang.

Semangat pun tertantang dan kita harus maju! Bulatkan tekat dan terus mengasah ilmu dan belajar. Salurkan peluang ini agar tidak ada lagi orang berbuat rusuh hanya karena uang tak lebih dari Rp 100.000 per hari. Keep fighting!

0 komentar: